Andiko indahnya rubiarubia berseriseri di sejuk pagipagi ke kejernihan kali tanahtanah Berastagi!
Cintaku bergulung rindu tanpa ratap pun dikenang kulumkulum langitmu
Wahai Sibayak bercengkerama bersuit canda pada Sinabung sakti!
Wahai kabut siang ramah sapa keindahan tak tertandingi aroma kelopak daun tanah menjadi tabib!
Indah tanah molekku bagai perawan segar membusung susumu,
Tanah Karo Simalem
ketika tawa tergelar di antara sarunai dan kulcapi berderai
sumpitsumpit terisi nasi
kita bergelung di kaki Deleng Sibayak
menyandang kain kita merah darah hitam tanah
menebar cinta pada tanahtanah kita meruah buah
menikmati putikputik sayur kita hingga terberita pada tetangga dunia
Payudaramu mengeluarkan susu dan madu
gigi merahmu menyempil sutil berkampil
bagaimana aku memuji langitku yang kini mandul...?
harapku jangan kau tertidur!
garaplah tanah cintamu dengan birahi kerbaukerbau pilihan
siarkan semerbakmu di antara bunga wewangian!
pulihkan tanggamu dari kepunahan
ikatkan tiangtiang rumahmu dengan tambang kepercayaan
aturkan kembali tenggiangmu untuk melapis atap rumah kita
gelah teridah, mesayang...
gelah teridah....
rumah kita, tanah kita, milik kita
terjaga,
terawat
oleh karena tanganmu
yang penuh cinta....
NANCY MEININTHA BRAHMANA
KEMPU PULU LIMANG
TANAH KARO SIMALEM
dikembangkan kembali,
29 juli 2010
9.18 am
Tidak ada komentar:
Posting Komentar