Senin, 21 November 2011

LIMANG

adalah yang tak mau pergi

menghantar geriten ras rih panjang

mekerah

kote


sesempit jalan tak rata

penuh debu dan abu

selalu membawa pilu


negeri lembah...


dulu bertongkat kata

leluhur menajam mata

tanpa dirimu tiada kata

Pulu Limang


kuga namaken tendiku

ndauh terpedem ibas tendang

Limangku kurus lesu


telah terbawa awan-awan

ucap tua-tua

tiada terlihat jejak-jejak

dimana menapak


berdiri aku disamping pintumu

tertanam isak


bangkitlah tanah leluhurku

jauh ragaku namun

menyatu padamu

seluruh



Limang, keleng ateku kam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar