adalah yang tak mau pergi
menghantar geriten ras rih panjang
mekerah
kote
sesempit jalan tak rata
penuh debu dan abu
selalu membawa pilu
negeri lembah...
dulu bertongkat kata
leluhur menajam mata
tanpa dirimu tiada kata
Pulu Limang
kuga namaken tendiku
ndauh terpedem ibas tendang
Limangku kurus lesu
telah terbawa awan-awan
ucap tua-tua
tiada terlihat jejak-jejak
dimana menapak
berdiri aku disamping pintumu
tertanam isak
bangkitlah tanah leluhurku
jauh ragaku namun
menyatu padamu
seluruh
Limang, keleng ateku kam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar